Adab Membuang Air (Buang Hajat)


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Sebagai orang Islam, dalam membuang air (buang hajat) - baik buang air kecil maupun buang air besar - ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut ini beberapa etika yang harus dilakukan dalam membuang air:

1). Mendahulukan kaki kiri pada waktu masuk wc atau toilet (tempat buang air).

2). Pada waktu masuk wc membaca doa:

بَسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ

Artinya: “Dengan menyebut asma Allah, ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari pada kotoran dan dari segala yang kotor.”

3). Mendahulukan kaki kanan sewaktu keluar dari wc.

4). Pada waktu keluar dari wc membaca doa:

غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ اللهِ الَّذِيْ اَذْهَبَ عَنِّى الْاَذَى وَ عَافَانِى

Artinya: “Saya mengharap ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoran yang menyakitkan diri saya, dan Engkau telah menyehatkan saya.”

Adab Membuang Air (Buang Hajat)
Illustration from image google
5). Pada waktu buang air hendaklah memakai alas kaki.

6). Istinja hendaklah dilakukan dengan tangan kiri. Dalam suatu hadits dinyatakan sebagai berikut:

عَنْ سَلْمَانَ رَضِى اللهُ عَنْهُ قَالَ : لَقَدْ نَهَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ بِغَائِطٍ اِوْ بَوْلٍ اَوْ اَنْ نَسْتَنْجِيْ بِالْيَمِيْنِ اَوْ اَنْ نَسْتَنْجِيْ بِاَقَلَّ مِنْ ثَلاَثَةِ اَحْجَارٍ اَوْ اَنْ نَسْتَنْجِيْ بِرَجِيْعٍ اَوْ عَظْمٍ

Artinya: “Dari Salman ra., ia berkata: Sungguh Rasulullah saw. telah melarang kami menghadap kiblat ketika sedang buang air besar atau kecil dan melarang kami beristinja dengan batu kurang dari tiga buah, dan larang kami beristinja dengan kotoran binatang atau dengan tulang.” (HR. Muslim).

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين



Adab Membuang Air (Buang Hajat) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Anonim

0 comments:

Posting Komentar