Makna Ibadah Bagi Seorang Muslim


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Selama ini, ada kecenderungan untuk memaknai ibadah sebagai praktek ritual belaka. Seperti sholat, membaca al-Quran, zakat, puasa, dan sebagainya. Padahal, ibadah tidak terbatas pada praktek ritual semacam itu. Jika kita klasifikasikan, ada dua macam ibadah, yaitu: (1) ibadah mahdah, dan (2) ibadah ghairu mahdah. Sholat, zakat, puasa, dan haji termasuk dalam kategori ibadah mahdah. Tata cara dan ketentuan-ketentuannya sudah dijelaskan oleh agama.

Adapun ibadah ghairu mahdah adalah segala hal kebaikan yang pelaksanaannya diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. dan mencapai ridho-Nya. Seorang petani yang bercocok tanam untuk menafkahi keluarga pada hakikatnya adalah sedang beribadah, sebab ia sedang melaksanakan perintah Tuhan untuk memberikan nafkah kepada keluarganya. Seorang pelajar yang giat belajar setiap hari hakikatnya adalah beribadah, sebab ia melaksanakan perintah-Nya untuk senantiasa menggali ilmu pengetahuan dan memperdalam agama.

Di dalam sebuah ayat Allah swt. berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ الْاِنْسَ اِلاَّ لِيَعْبُدُوْنَ

Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Q.S. az-Zariyat: 56).

Ibadah yang dimaksud di dalam ayat di atas tidak hanya terbatas pada ibadah ritual tertentu, tetapi juga mengandung arti kepasrahan, ketaatan, dan kesiapan untuk menjalankan apapun yang diperintahkan Allah swt. melalui Nabi Muhammad saw.

Oleh karena itu, kesiapan untuk melaksanakan setiap dimensi dari ajaran Nabi Muhammad saw. adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap individu muslim. Kesiapan untuk menuruti perintah agama dan memperjuangkan nilai-nilai Islam yang sebenarnya. Allah swt. berfirman:

يَآيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْآ اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلَوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِ, وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْا

Artinya: “… Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah….” (Q.S. al-Maidah: 6).
Makna Ibadah Bagi Seorang Muslim
Illustration from image google
Termasuk dalam bingkai ketaatan melaksanakan ajaran agama, kita pun diwajibkan untuk meneladani bagaimana Rasulullah saw. melakukan thaharah dan bersuci. Karena kita tahu, wudhu, mandi besar, dan tayammum adalah termasuk di dalam lingkaran ibadah mahdah. Artinya, segala ketentuan, syarat, dan tata caranya telah diatur oleh agama. Semua ini dilakukan untuk mencapai kesempurnaan dalam ibadah. Sebuah kaidah fiqhiyah menyebutkan:

مَا لاَ يَتِمَ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ

Artinya: “Sesuatu yang menjadi syarat kesempurnaan seseuatu yang wajib menjadi wajib juga.”

*) Dari berbagai sumber

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Makna Ibadah Bagi Seorang Muslim Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Jejak Puisi

0 comments:

Poskan Komentar