Untuk Wanita, Mengutamakan Kewajiban Sebagai Ibu


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Bismillahirrohmanirrahim...

Di bawah ini insya Allah Hikmah Kata akan mencoba mengulas dengan sederhana mengenai masalah wanita, yaitu mengutamakan kewajiban sebagai ibu bagi seorang wanita. Semoga ada hikmah untuk kita semua.

Tugas seorang ibu merupakan tugas yang sangat penting. Anak tanpa ibu, bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Kehalusan sifat anak kurang nampak, jika diasuh tanpa belaian kasih sayang seorang ibu. Di sisi lain, menjadi seorang ibu bukanlah tugas yang mudah. Berbagai persoalan pelik kadang membelitnya. Ia harus menjadi wanita penyabar dan penyayang, memprioritaskan kebutuhan anak-anaknya. Meskipun bukan berarti bahwa demi anak, seorang ibu harus mengabaikan (kebutuhan) dirinya, meninggalkan segala kenikmatan Allah dalam kehidupan dan menjadikan kehidupannya sebagai jahanam lantaran keharusan untuk mencurahkan perhatiannya semata-mata untuk sang suami dan anak. Namun, kita harus mengakui bahwa tugas kaum ibu yang sangat berat menuntut pengorbanan sejumlah hal demi masa depan anak-anaknya.

Salah persepsi yang terkadang melanda kaum ibu adalah bahwa seorang wanita yang mengkonsentrasikan diri mengurus rumah tangganya adalah wanita kuper yang berada dalam jajahan suami. Padahal yang sebenarnya dialah wanita sejati, yang mampu mengangkat harkat dan martabat dirinya di hadapan suami dan anak-anaknya. Seorang wanita yang betul-betul memperhatikan kepentingan anaknya bukanlah kaum ibu yang terbelakang atau hidup di abad pertengahan. Dan mengurus kepentingan anak bukanlah sebuah bentuk pengabdian dan tidak akan mendorong pada kebinasaan. Melainkan kewajiban fitrah yang semestinya dilaksanakan.

Tugas seorang ibu tidak bisa dianggap ringan. Peran keibuannya dalam rumah tangga adalah peran yang sangat penting, mencakup pemenuhan kewajiban material dan spiritual. Seorang ibu harus selalu sibuk memikirkan dan membuat perencanaan untuk mendidik anaknya secara lebih baik. Tidak hanya itu, namun juga berusaha mewujudkan keselarasan antara keinginannya sebagai wanita, ibu dan istri dalam hal pemenuhan kebutuhan-kebutuhan. Seorang ibu juga harus mengetahui hal-hal apa saja yang harus diajarkan dan hal-hal apa yang tidak boleh diajarkan kepada sang anak. Itu dimaksudkan tak lain untuk kebaikan sang anak sendiri. Rasa tanggung jawabnya yang besar dan kesadarannya yang tinggi sebagai seorang ibu, membuatnya dengan cepat menyadari bahwa dalam dunia pendidikan, tak ada sesuatu pun yang dianggap tidak penting. Karena itu, seorang ibu yang baik tidak pernah memandang remeh kewajiban pendidikan anak tersebut. Dengan kata lain, kaum ibu harus berusaha menyelesaikan masalah pendidikan anak secara bersungguh-sungguh.
Untuk Wanita, Mengutamakan Kewajiban Sebagai Ibu
Illustration from image Google
Dalam hal kemewahan dan kesenangan diri, tidak bisa disalahkan jika ada seorang wanita yang masih mempunyai keinginan menikmati kesenangan hidup, berkaitan dengan dunia kewanitaannya meskipun ia telah menjadi seorang ibu. Misalnya membeli perlengkapan rias, memakai perhiasan emas, baju model terkini, kerudung yang sedang in, aneka macam suplemen untuk pemutih, penghalus wajah, pelangsing, pewangi, dan lain-lain atau majalah-majalah wanita yang sedang memuat berita terhangat. Tentu sah-sah saja semua keinginan itu dimaksudkan untuk menambah sayang dan cinta suami kepadanya atau untuk memperoleh ketenangan dan kesenangan. Namun, hal itu bisa berubah menjadi haram, jika dirinya mengutamakan kesenangan yang bukan kebutuhan primernya, sedangkan karenanya anak menjadi terlantar kebutuhan vitalnya, seperti susu dan berbagai asupan gizinya. Tentu bukanlah sebuah aib dan tidak jadi soalan apabila pasangan suami-istri ingin menggapai puncak kelezatan dan kesenangan dalam hidup berumah tangga. Asalkan, kelezatan dan kesenangan tersebut tidak sampai menjadikan keduanya mengabaikan dan mengorbankan anak dan kehidupannya.

Seorang wanita yang mengutamakan kewajibannya sebagai ibu, akan tampak luhur dan agung. Sifat keibuannyalah yang mampu membawa dirinya ke puncak penghargaan suami kepadanya. Keikhlasannya menjadi seorang ibu menjadikan diterimanya ikatan kasih sayangnya kepada si anak. Jika tida adak sifat keibuan yang dilakoninya dengan rasa pengabidan yang tinggi maka perannya sebagai ibu hanya akan menjadi sesuatu beban yang pahit dan menyakitkan bagi dirinya sendiri.

Semoga bermanfaat dan kesempurnaan hanyalah milik Allah swt.

*) Dari berbagai sumber.

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين



Untuk Wanita, Mengutamakan Kewajiban Sebagai Ibu Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Anonim

0 comments:

Posting Komentar