Hadits Tentang Pendidikan


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bismillahirrohmanirrohim...

Yang lalu, Hikmah Kata sudah memposting beberapa hadits tentang Menuntut Ilmu maka kali ini Hikmah Kata pun akan memposting sebuah hadits yang berkaitan dengan pentingnya pendidikan bagi seseorang. Semoga artikel di bawah ini dapat bermanfaat.

Hadits Riwayat At-Tirmidzi

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م.: لَاَنْ يُؤَدِّبَ الرَّجُلُ وَلَدَهُ خَيْرٌلَهُ مِنْ اَنْ يَتَصَدَّقَ بِصَاعٍ ـ رواه الترمذى
Artinya: "Dari Jabir bin Samarah berkata: Rasulullah saw. bersabda: Pastilah bahwasanya seseorang yang mendidik anaknya itu lebih baik daripada shadaqah satu sha' (segantang)." (H.R. Tirmidzi).

Penjelasan Hadits

Hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi di atas menjelaskan tentang tingginya nilai pengajaran dan pendidikan, khususnya adab atau budi pekerti, atau akhlak. Apa rahasianya Nabi Muhammad saw. bersabda seperti itu?

Pendidikan budi pekerti (dalam Islam) sangat penting untuk diperkenalkan kepada anak didik karena pendidikan ini mempunyai nilai estetika dalam bergaul. Menurut Imam Ghazali, budi pekerti atau akhlak itu ialah suatu keadaan batin yang tertanam dalam jiwa seseorang yang mampu mendorong ia berbuat (bertingkah laku), bukan karena sesuatu pemikiran dan bukan pula suatu pertimbangan.

Pengajaran akhlak berarti pengajaran tentang bentuk batin seseorang yang kelihatan pada tindak tanduknya (tingkah lakunya). Dalam pelaksanaannya, pengajaran ini berbentuk kegiatan belajar agar pihak yang diberi pelajaran itu berakhlak baik. Artinya orang atau anak didik itu memiliki bentuk batin yang baik menurut ajaran Islam, dan bentuk batin ini hendaknya kelihatan dalam tindak tanduknya sehari-hari.

Pendidikan akhlak mempunyai cakupan yang luas karena akhlak itu meliputi berbagai aspek hubungan, yaitu hubungan manusia dengan Tuhannya, dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, dengan binatang, dan dengan makhluk Allah lainnya.
Hadits Tentang Pendidikan
Illustration from image google
Yang menjadi sasaran pembicaraan akhlak ialah perbuatan seseorang pada dirinya sendiri seperti sabar, wara', zuhud, qanaah, dan sebagainya. Dan perbuatan seseorang dalam hubungannya dengan orang lain seperti pemurah, penyantun, penyayang, benar, dan sebagainya. Sifat-sifat seperti itu terlihat pula dalam hubungannya dengan binatang dan makhluk lainnya.

Begitu luasnya pendidikan budi pekerti atau akhlak maka wajarlah jika Nabi menekankan hal tersebut melalui sabdanya. Bukankah Nabi sendiri pernah bersabda:

اِنَّمَا بُعِثْتُ لِاُتَمِّمَ مَكَارِمَ اْلاَخْلاَقِ
Artinya: "Aku (Muhammad) diutus ke muka bumi ini semata-mata untuk menyempurnakan akhlak."

Jadi, misi Nabi Muhammad saw. adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia, akhlak dalam pengertian yang luas yang mencakup 'hablumminallah wa hablumminannas'.

Selanjutnya, orang yang mendidik adab (budi pekerti) lebih baik daripada shadaqah satu sha'. Seorang ayah atau ibu bershadaqah (satu sha') maka ia akan mendapat balasan di sisi Allah sesuai dengan apa yang dikeluarkannya itu, tetapi jika ia mendidik anaknya dengan adab, dan berhasil si anak menjadi anak yang shaleh maka hasil dari buah didikannya itu akan mempunyai nilai yang tak terhingga. Dia akan menjadi anak yang taat kepada Allah, rajin ibadah, patuh dan berbakti pada orang tuanya, tulus ikhlas dalam beramal, lemah lembut dalam bicara, sopan santun dalam tingkah lakunya, dermawan kepada sesama, dan baik kepada lingkungan masyarakatnya. Perhatikan hadits Nabi dari Abi Darda berikut ini:

مَامِنْ شَيْءٍ اَثْقَلَ فِى مِيْزَانِ الْعَبْدِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَاِنَّ اللهَ يَبْغَضُ الَفَاحِشَ الَبَذِىَّ ـ رواه الترمذى
Artinya: "Bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda: Tiada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seseorang mukmin di hari kiamat daripada husnul khuluk (akhlak yang baik). Dan Allah membenci pada orang yang keji mulut atau kelakuannya." (H.R. At-Turmuzi).

*Dari berbagai sumber

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Hadits Tentang Pendidikan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Jejak Puisi

0 comments:

Poskan Komentar