Konsep dan Penerapan Jujur dalam Bermasyarakat


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bismillahirrohmanirrohim...

Kejujuran adalah sangat penting bagi setiap orang dan kita harus terbiasa menanam serta menerapkan kejujuran itu dalam kehidupan sehari-hari (bermasyarakat). Semoga Artikel Konsep dan Penerapan Jujur dalam Bermasyarakat (Kehidupan Sehari-hari) ini dapat bermanfaat.

Tidak semua amanah bersifat untuk umum dan terbuka. Ada amanah yang memang sengaja diberikan seseorang kepada orang lain, namun bersifat khusus atau rahasia. Karena itulah, penting sekali adanya kejujuran bagi orang yang memegang amanah tersebut agar tidak terjadi pengkhianatan dengan menyebarkan amanah tersebut kepada orang lain atau masyarakat banyak. Selain ada amanah yang bersifat rahasia, ada juga amanah yang sifatnya sepele dan remeh, namun sebenarnya mengandung tanggung jawab yang begitu besar. Dan hanya orang-orang yang memiliki kejujuran saja yang sanggup melaksanakannya.

Rasulullah saw. bersabda: "Orang yang tidak jujur di dunia ini, tidak menyampaikan amanah kepada yang berhak, dan meninggal dalam keadaan demikian, sesungguhnya telah meninggalkan dunia dalam keadaan keluar dari umatku dan tidak dianggap sebagai umatku, dan dia akan menemui Allah, yang dia buat marah dan murka, dan dia akan mendapatkan azab Allah."

Konsep dan Penerapan Jujur dalam Bermasyarakat
Rasulullah saw. juga bersabda: "Untuk mengenal orang, jangan hanya melihat berapa banyak shalat yang dia kerjakan, berapa banyak dia berpuasa, atau berapa sering dia pergi haji, dan berapa banyak derma yang telah dia keluarkan. Jangan pula memperhatikan nama dan kemasyhurannya, menyangkut ibadah malamnya. Tetapi perhatikan kebenaran dan kejujurannya."

Kebalikan dari sifat jujur adalah khianat. Khianat dapat diartikan tidak bisa memegang amanah, khianat merupakan perbuatan buruk yang bisa menghinakan manusia dan menurunkan derajatnya. Contoh dari sifat khianat misalnya, ketika ujian sekolah, seorang siswa diberi amanah untuk mengerjakan soal-soal ujian tersebut dengan benar dan penuh tanggung jawab, dalam artian tidak boleh mencontek atau mencontoh jawaban siswa lain. Amanah yang sifatnya sepertinya remeh ini justru disepelekan oleh para siswa yang tidak memiliki kejujuran.

Tentu saja tidak ada orang lain yang ikut merasakan kerugian akibat ketidakjujurannya tersebut, kecuali dirinya sendiri, selain kerugian atas pembodohan dirinya sendiri tapi juga 'kerugian' yang harus ditanggung di akhirat kelak. Firman Allah swt. dalam QS. al-Ahzab disebutkan: "Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanah kepada langit dan bumi, dan gunung-gunung, mereka semuanya enggan untuk memikul amanah tersebut karena khawatir akan menghianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh."

Segala sesuatu yang didasarkan pada kebohongan tidak akan mencapai keberhasilan. Kalaupun bisa berhasil pasti tidak akan bertahan lama karena suatu saat jika kebohongan itu terbongkar maka yang ada adalah kekecewaan. Ada pepatah yang mengatakan: "Sepandai-pandai orang menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga baunya." Kebohongan yang tersimpan serapi apapun suatu saat pasti akan terbongkar juga.

Kejujuran sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam kehidupan keluarga, kejujuran sangat diperlukan agar rasa kekeluargaan yang ada dapat terjaga dan terpupuk dengan baik. Jika kejujuran tidak dibiasakan dalam lingkup keluarga maka yang ada adalah percekcokan dan pertengkaran dan akhirnya rasa kekeluargaan akan renggang.

Konsep dan Penerapan Jujur dalam Bermasyarakat
Kejujuran dalam bermasyarakat perlu juga diterapkan, karena hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kejujuran seseorang akan mengantarkan pada sikap amanah yang orang berikan kepadanya. Pemimpin yang memiliki sifat jujur akan berusaha mementingkan kepentingan rakyat dari pada kepentingan sendiri. Karena ia akan berusaha mengemban amanah yang telah diberikan rakyat kepadanya. Ia tidak akan berani berbuat yang melanggar aturan yang dapat merugikan rakyatnya dan rakyat pun akan semakin mencintai pemimpin tersebut. Jika kejujuran dalam kehidupan bermasyarakat dan negara dapat diterapkan dengan baik maka insya Allah bangsa kita ini akan menjadi bangsa yang makmur, tentram, dan damai.

Maka dari itu penting bagi kita untuk menanamkan kejujuran dalam hati dan setiap langkah kita, dengan berlaku jujur maka seseorang akan menjadi orang yang amanah, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain, dan akan memetik hasil atas perbuatannya yang berasaskan kejujuran tersebut. Dan sebaliknya orang yang dalam hatinya bercokol sifat khianat maka ia akan dijauhi orang lain dan akan memetik kerugian atas semua perngkhianatan yang ia tanam. Hilangnya kejujuran berarti hilang pula harga diri dan kepercayaan terhadap diri sendiri. Dan ingatlah bahwa kejujuran juga merupakan rahasia diri untuk meraih cita-cita dan kebahagiaan.

Marilah kita senantiasa berusah menjadi orang yang jujur dengan cara membiasakan diri berlaku jujur dalam segala perbuatan yang kita lakukan dan mari kita berusah menjaga amanah yang diberikan oleh Allah dan Rasul-Nya serta yang orang lain berikan kepada kita, mulai dari sesuatu yang kecil maupun yang besar. Janganlah kita berniat untuk berkhianat terhadap segala sesuatu. Dan semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah. Amin.

*) Dari berbagai sumber

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Konsep dan Penerapan Jujur dalam Bermasyarakat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Jejak Puisi

0 comments:

Poskan Komentar